LAMR Dorong Budaya Melayu Diakui UNESCO

Pemprov Riau Titip Revitalisasi Candi Muara Takus ke Fadli Zon

Riau Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:16 WIB  |   Redaktur : Hendri Agustira  
Pemprov Riau Titip Revitalisasi Candi Muara Takus ke Fadli Zon

Sekda Provinsi Riau, Syahrial Abdi menitipkan revitalisasi Candi Muara Takus ke Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon di acara HKN. (CR/istimewa)

PEKANBARU(CR)-Puncak peringatan Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026 di Provinsi Riau menjadi momentum bagi Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) untuk memperjuangkan pengakuan dan pelestarian warisan budaya Melayu hingga tingkat internasional.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Provinsi Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyampaikan sejumlah agenda kebudayaan kepada Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat Arak-arakan Keberagaman, Persebatian Antaretnis di halaman Balai Adat LAMR, Pekanbaru, Ahad (18/10/2026).

Datuk Seri Taufik mengatakan, kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari berbagai paguyuban tersebut bukan sekadar perayaan, melainkan juga simbol persatuan dan kekuatan kebudayaan yang tumbuh di Bumi Lancang Kuning.

Datuk Seri menjelaskan, susunan empat jalur arak-arakan memiliki makna yang berkaitan dengan empat sungai besar di Riau, yakni Sungai Rokan, Siak, Kampar, dan Indragiri. Simbol empat jalur itu juga selaras dengan tradisi sastra Melayu yang mengenal pantun empat baris serta syair yang mendapat pengaruh tradisi Arab.

Menurut Datuk Seri Taufik, kebudayaan harus menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat sekaligus membuka jalan bagi pengakuan terhadap warisan budaya daerah.

Dalam kesempatan itu, Datuk Seri Taufik menyebutkan sejumlah agenda yang tengah diperjuangkan LAMR bersama berbagai pihak. Di antaranya, pengusulan tokoh Melayu Abdul Wahab Rokan sebagai pahlawan nasional serta upaya mendorong Layang Kuau, Zapin, dan Pacu Jalur memperoleh pengakuan UNESCO.

Ia juga menyinggung kehadiran Dika Aura Farming, yang disebutnya sebagai salah satu putra Riau yang mendapat perhatian di tingkat internasional. 

Datuk Seri Taufik berharap momentum tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat pengakuan terhadap kekhasan budaya Riau.

Datuk Seri Taufik turut mengapresiasi kehadiran Fadli Zon di tengah kesibukannya. Menurutnya, kehadiran Menteri Kebudayaan menjadi bentuk perhatian terhadap upaya masyarakat Riau dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada paguyuban, komunitas, dan pihak swasta yang mendukung kegiatan tersebut. Menurut Datuk Seri Taufik, partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama karena banyak peserta mengikuti arak-arakan dengan pembiayaan secara mandiri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang mewakili Plt Gubernur Riau, menyampaikan sejumlah harapan kepada Kementerian Kebudayaan, terutama terkait revitalisasi situs sejarah, penguatan kelembagaan kebudayaan, dan dukungan bagi para pelaku budaya.

Syahrial mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap revitalisasi Museum Sang Nila Utama. Ia juga menitipkan perhatian Menteri Kebudayaan terhadap penataan dan pelestarian kawasan Candi Muara Takus yang masuk dalam agenda kunjungan Fadli Zon di Riau.

Selain itu, Pemprov Riau berharap pembentukan Balai Pelestarian Kebudayaan di Riau dapat segera direalisasikan. Pemerintah provinsi, kata Syahrial, telah menyiapkan tiga alternatif lahan yang dapat dipilih untuk pembangunan kantor perwakilan tersebut.

Syahrial juga mendorong agar dukungan bagi komunitas budaya diperluas. Ia berharap program Kementerian Kebudayaan dapat menjangkau seluruh 12 kabupaten/kota di Riau, termasuk melalui pembinaan, pengembangan karya, serta perluasan jejaring pertunjukan seni dan budaya di tingkat nasional maupun internasional.

Pemprov Riau turut mengharapkan dukungan dalam penelitian dan penulisan sejarah Melayu, inventarisasi manuskrip, serta dokumentasi tradisi dan pengetahuan budaya untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam sambutannya, Syahrial juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Kebudayaan terhadap revitalisasi Istana Siak. Ia berharap perhatian pemerintah pusat tersebut dapat memperkuat pelestarian warisan sejarah Melayu di Riau.

Syahrial turut menyinggung persoalan lahan perkebunan sawit yang terindikasi berada dalam kawasan hutan, termasuk lahan yang berkaitan dengan tanah ulayat. Ia berharap pemerintah pusat memberi perhatian terhadap keberadaan tanah adat agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas dan masyarakat adat.

Menutup sambutannya, Syahrial menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan dan keberagaman sebagai fondasi pembangunan kebudayaan di Riau. “Bahagialah kita hidup di tanah Riau Melayu, karena rumah besar bagi semua suku,” ujarnya.(CR/rel/fik)

Redaktur : Hendri Agustira





Berita Lainnya

Minicross