8 Kontroversi Kepala BGN Dadan Hindayana hingga Berujung Dicopot

Nasional Rabu, 03 Juni 2026 - 15:44 WIB  |   Redaktur : Indra  
8 Kontroversi Kepala BGN Dadan Hindayana hingga Berujung Dicopot

Dadan Hindayana

8 Kontroversi Kepala BGN Dadan Hindayana hingga Berujung Dicopot Prabowo

Jakarta (CR) - Terdapat 8 kontroversi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana hingga berujung pencopotan oleh Presiden Prabowo Subianto. Selanjutnya, Dadan digantikan Nanik S Deyang yang merupakan Wakil Kepala BGN. 

Tak hanya Dadan, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya yang menjabat Wakil Kepala BGN juga dicopot. Penggantinya yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. 

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, kepemimpinan baru ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, serta memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan akuntabel. 

“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026). 

Pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi mereka dalam membangun fondasi kelembagaan dan mengembangkan BGN sejak awal pembentukannya. 

Adapun Dadan selama menjabat telah melahirkan setidaknya 8 kontroversi. 

1. Konsumsi Susu 2 Liter per Hari 

Dadan pernah mengatakan mengenai minum susu 2 liter setiap hari membuat kedua anaknya tumbuh tinggi. Dua anak laki-lakinya memiliki tinggi badan 181 cm dan 185 cm. Hal itu karena mereka rutin minum susu 2 liter setiap hari sejak kecil hingga kelas 2 SMA. 

“Jadi tinggi badan bukan cuma masalah genetik, tapi juga asupan gizi yang cukup dan seimbang,” ujar Dadan saat peluncuran pembangunan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Senin (26/5/2025). 

2. Gizi Pemain Sepak Bola Indonesia 

Menurut Dadan, ada keterkaitan antara kualitas gizi pemain sepak bola Indonesia dengan performa pemain. “Jangan heran kalau PSSI sulit menang karena main 90 menit berat. Karena gizinya tidak bagus dan banyak pemain bola lahir dari kampung,” katanya di Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Minggu (23/3/2025). 

Pernyataan itu mendapat respons dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani. "Kepala BGN jangan terlalu lebay menyangkutpautkan PSSI dengan makanan bergizi. Apalagi menyampaikan bahwa pemain Indonesia kurang makan bergizi,” ujarnya. 

3. Serangga Sumber Protein 

Dadan menuturkan serangga yang memiliki gizi tinggi dan biasa dikonsumsi masyarakat lokal seperti ulat sagu bisa dimasukkan dalam komposisi menu MBG. Serangga bisa menjadi menu MBG, khusus untuk daerah. 

"Itu salah satu contoh kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, itu bisa menjadi menu. Badan Gizi tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi menetapkan standar komposisi gizi," kata Dadan di Jakarta Selatan, Sabtu (25/1/2025). 

Menurut dia, peluang memasukkan menu lokal seperti serangga berkaitan erat dengan komposisi protein di berbagai daerah yang bergantung pada potensi sumber daya lokal sekaligus kesukaan masyarakat. 

"Isi protein di berbagai daerah itu sangat tergantung potensi sumber daya lokal dan kesukaan lokal. Jangan diartikan lain ya," ucapnya. 

4. Kasus Keracunan MBG 

Sejumlah peristiwa keracunan makanan di berbagai daerah paling mendapat sorotan. Selain masalah teknis di lapangan, muncul polemik mengenai pernyataan Dadan terkait statistik kejadian tersebut. Dadan mengatakan, kasus keracunan MBG hanya menimpa sebagian kecil siswa sekolah. Pernyataan itu dianggap mencederai kekhawatiran para orang tua yang mencemaskan kualitas makanan program tersebut.
 
Anggota Koalisi Kawal Pendidikan Jakarta Irwan Aldrin menilai Dadan tidak sensitif terhadap persoalan kualitas makanan dalam program MBG. "Itu pernyataan yang sangat luar biasa bodoh dan tidak bertanggung jawab,” katanya. 

5. Pengadaan Motor Operasional MBG 

Keberadaan sejumlah sepeda motor berlogo BGN sempat viral di media sosial dan memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat. Dadan mengatakan, pengadaan motor merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang ditujukan mendukung operasional program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026, penyedia hanya sanggup menyelesaikan 85,01 persen atau 21.801 unit dari 25.644 unit yang dikontrakkan. 

6. Pegawai SPPG Jadi ASN 

Kontroversial lainnya mengenai pengangkatan SPPG menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dadan menuturkan pegawai SPPG yang dapat diangkat menjadi ASN PPPK yakni kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan. 

"Hampir seluruh kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan yang sudah lama beroperasi nanti akan jadi ASN PPPK per 1 Februari," kata Dadan. Sementara, pegawai inti SPPG yang baru bergabung akan menunggu giliran diangkat menjadi ASN.

7. Jasa EO Rp113 Miliar
 
Menurut Dadan, sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional, BGN masih berada dalam fase pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam kondisi tersebut, sumber daya internal dinilai belum sepenuhnya siap.

"Sebagai lembaga baru yang dibentuk untuk menjalankan program strategis nasional tentu berada dalam fase awal pembangunan sistem, struktur organisasi, serta tata kelola operasional. Dalam tahap ini, BGN belum memiliki sumber daya internal yang sepenuhnya siap untuk menangani seluruh kebutuhan kegiatan berskala besar secara mandiri," kata Dadan, Minggu (12/4/2026).
 
8. Laptop dan alat makan

Menurut Dadan, pengadaan barang seperti laptop dan alat makan memang dilakukan untuk mendukung operasional program, namun jumlahnya jauh lebih kecil dari yang disebutkan yaitu sebesar Rp 4 triliun atau Rp24 juta per unit laptop.

(wan/bbs)
 

Redaktur : Indra





Berita Lainnya

KT-Pematang Panjang - HUT 75 Kampar