Kolaborasi Universitas Hang Tuah Pekanbaru dan Pesantren Mahad Tafaqquh

Santri Sehat, Pesantren Kuat Demi Masa Depan Kesehatan Umat

Pendidikan Senin, 26 Januari 2026 - 16:31 WIB  |    Reporter : Pion Nasapri   Redaktur : Hendri Agustira  
Santri Sehat, Pesantren Kuat Demi Masa Depan Kesehatan Umat

Dosen beserta mahasiswa S2 Universitas Hang Tuah Pekanbaru bersama Pengurus Pesantren Mahad Tafaqquh dan para santri. (CR/istimewa)

KAMPAR(CR)-Bukan sekadar acara seremonial, bukan pula penyuluhan biasa. Begitulah kegiatan yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Peminatan Promosi Kesehatan Universitas Hang Tuah Pekanbaru di Pesantren Mahad Tafaqquh, Desa Lubuk Sakat, Kabupaten Kampar.

Sejak pagi Jumat (23/1/2026) pekan kemarin, pesantren tersebut berubah menjadi ruang tumbuhnya peradaban sehat. Di mana nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan kesadaran kesehatan bertemu dalam satu gerakan bersama.

Melalui kegiatan itu juga dilaksanakan pelantikan pengurus Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) "Santri Husada", dilanjutkan dengan edukasi interaktif Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta bakti sosial pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis bagi para santri.

Di sinilah perubahan dimulai. Ketika santri bukan hanya belajar ilmu, tetapi juga membangun kesadaran menjaga Kesehatan, sebagai amanah pribadi dan tanggung jawab sosial. Pesantren sebagai Pusat Promosi Kesehatan Berbasis Umat

Dalam sambutannya, Dr Emy Leonita SKM MPH, dosen Pascasarjana Universitas Hang Tuah Pekanbaru, menegaskan bahwa pesantren memiliki kekuatan strategis sebagai pusat promosi kesehatan berbasis komunitas.

Menurutnya, Poskestren tidak boleh dipahami semata sebagai tempat berobat. “Poskestren bukan hanya upaya kuratif. Ia adalah pusat gerakan promotif dan preventif—tempat edukasi, pembinaan, dan penggerak budaya hidup bersih dan sehat di pesantren. Ketika santri sehat, pesantren menjadi kuat. Dan ketika pesantren kuat, umat memiliki masa depan yang lebih berkualitas,” tegasnya.

Dosen Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Peminatan Promosi Kesehatan Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Dr EmyLeonita SKM MPH ketika menyampaikan kata sambutan di Pesantren Mahad Tafaqquh.

Dosen Pascasarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat Peminatan Promosi Kesehatan Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Dr EmyLeonita SKM MPH ketika menyampaikan kata sambutan di Pesantren Mahad Tafaqquh.

Ia juga menekankan catatan penting bahwa keberhasilan Poskestren sangat ditentukan oleh :

a. Penguatan peran santri sebagai kader kesehatan pesantren,

b. Pendekatan promotif–preventif yang berkelanjutan,

c. Integrasi program kesehatan dengan aktivitas pesantren sehari-hari, serta

d. Pemanfaatan data hasil skrining, pretest, dan observasi sebagai dasar perencanaan kegiatan

lanjutan (evidence-based health promotion).

Pada kegiatan tersebut, lanjut Dr Emy, para santri tidak hanya mendengar tetapi aktif terlibat (Edukasi Aplikatif). “Edukasi PHBS ini dikemas ringan, aplikatif, dan menyenangkan. Ada diskusi, simulasi, permainan edukatif, dan praktik langsung. Santri tidak hanya duduk mendengar, mereka bergerak, bertanya, mempraktikkan, bahkan menilai. kebiasaan mereka sendiri. Mulai dari kebersihan diri, lingkungan asrama, pola makan, aktivitas fisik, hingga pencegahan penyakit menular,” ujarnya.

Model ini, menurut tim Promosi Kesehatan, merupakan bentuk komunikasi promosi Kesehatan partisipatif, di mana santri diposisikan bukan sebagai objek, tetapi sebagai subjek perubahan perilaku.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa S2 Kesehatan Masyarakat peminatan Promosi Kesehatan Universitas Hang Tuah Pekanbaru, kegiatan diiikuti diikuti oleh 200 santri, serta didampingi 30 guru dan penanggung jawab Poskestren.

Pimpinan Mahad Tafaqquh, Kyai Ustadz Mustafa Umar Lc MA menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa sinergi pesantren dengan perguruan tinggi Universitas Hang Tuah Pekanbaru, puskesmas UPT Kubang Jaya, dan mitra kesehatan M-HEALTH merupakan langkah strategis dalam membangun kualitas hidup santri. “Santri sehat hari ini adalah pemimpin umat yang kuat di masa depan,” ungkapnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kesehatan bukan isu tambahan, melainkan fondasi utama bagi lahirnya generasi ulama, pendidik, dan pemimpin umat yang tangguh secara fisik, mental serta sosial.

Bakti Sosial: Promosi Kesehatan Harus Terasa Manfaatnya

Rangkaian kegiatan ditutup dengan layanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gratis oleh tim medis. Santri memperoleh pemeriksaan dasar, edukasi personal, serta arahan promotif dan preventif.

Sebuah pesan kuat pun disampaikan, promosi kesehatan tidak berhenti pada wacana, tetapi harus hadir, menyentuh, dan memberi manfaat nyata. Menjadikan pesantren model peradaban sehat, dan merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus wahana pembelajaran lapangan mahasiswa.

Lebih dari itu, program ini menjadi langkah awal menjadikan Mahad Tafaqquh sebagai pesantren percontohan dalam pengembangan Poskestren berbasis promosi kesehatan berkelanjutan. Dari pesantren, gerakan hidup bersih dan sehat ditanam. Dari santri, kesadaran kesehatan disemai. Dan dari Mahad Tafaqquh, harapan tentang peradaban umat yang lebih sehat mulai dibangun.(*)

Laporan : Pion Nasapri
Redaktur : Hendri Agustira





Berita Lainnya

KT-Pematang Panjang - HUT 75 Kampar