Tak Satupun Calon Rektor Unri Berasal dari Alumni, Jenewar: IKA Unri Wajib Ikut Tanggung Jawab

Pendidikan Jumat, 10 Juli 2026 - 14:02 WIB  |   Redaktur : Indra  
Tak Satupun Calon Rektor Unri Berasal dari Alumni, Jenewar: IKA Unri Wajib Ikut Tanggung Jawab

Jenewar, alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau

Pekanbaru --  Pemilihan Rektor Universitas Riau (Unri) putaran pertama telah berlangsung pada Rabu (8/7/2026). Dari delapan bakal calon rektor yang mengikuti proses pemilihan, Senat Universitas Riau menetapkan tiga calon rektor yang akan bersaing pada tahap akhir pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2026.

Hasil putaran pertama tersebut memunculkan beragam tanggapan dari kalangan alumni. Pasalnya, tiga nama yang lolos ke tahap akhir disebut tidak berasal dari alumni Universitas Riau, meskipun mayoritas anggota Senat Universitas Riau yang memiliki hak suara merupakan alumni kampus tersebut.

Salah seorang alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau, Jenewar, mengaku kecewa dengan hasil pemilihan tersebut. Menurutnya, kondisi itu merupakan peristiwa yang tidak lazim dalam sejarah pemilihan pimpinan perguruan tinggi tersebut.

"Ini menjadi sesuatu yang tidak lazim dan seharusnya tidak terjadi. Sangat disayangkan tidak ada satu pun alumni Universitas Riau yang berhasil lolos sebagai calon rektor," ujar Jenewar kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).

Ia menilai, organisasi Ikatan Alumni Universitas Riau (IKA Unri) juga memiliki tanggung jawab moral terhadap dinamika yang terjadi dalam proses pemilihan rektor.

"IKA Unri sebagai organisasi tempat berhimpunnya para alumni wajib ikut bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi di Universitas Riau. Yang menjadi pertanyaan, mengapa sesama alumni tidak memberikan dukungan kepada rekan-rekan alumni sendiri," katanya.

Menurut Jenewar, dengan besarnya jumlah alumni yang berkiprah di lingkungan Universitas Riau, semestinya terdapat kekuatan bersama untuk mendorong lahirnya kepemimpinan dari kalangan alumni.

"Universitas Riau adalah kampus besar yang telah melahirkan banyak tokoh dan akademisi. Karena itu, sangat disayangkan apabila tidak ada alumni yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan di kampus ini," ujarnya.

Meski demikian, Jenewar berharap proses pemilihan rektor pada putaran akhir tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, menjunjung tinggi integritas, transparansi, serta mengutamakan kepentingan kemajuan Universitas Riau.

Sebelumnya, Senat Universitas Riau telah menyelesaikan pemilihan putaran pertama dan menetapkan tiga calon rektor yang akan mengikuti pemilihan tahap akhir pada 5 Agustus 2026 untuk menentukan Rektor Universitas Riau periode berikutnya. 

(red)

Redaktur : Indra





Berita Lainnya

KT-Pematang Panjang - HUT 75 Kampar