- Cakrawala Riau
- Pekanbaru
- Di Tengah Perkembangan Kota, Meranti Pandak Perkuat Ketahanan Pangan melalui Budidaya Padi Inpara 3
Di Tengah Perkembangan Kota, Meranti Pandak Perkuat Ketahanan Pangan melalui Budidaya Padi Inpara 3
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Meranti Pandak dan Kelompok Tani Meranti Sejahtera di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Senin (2/11/2026). (istimewa)
PEKANBARU (CR) – Di tengah pesatnya perkembangan kawasan perkotaan, upaya mempertahankan dan mengoptimalkan lahan pertanian menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Semangat tersebut terlihat dari kegiatan penanaman padi varietas Inpara 3 yang dilaksanakan Kelompok Tani Meranti Sejahtera di Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Senin (2/11/2026). Pada lahan seluas 1,42 hektare, kegiatan ini bukan sekadar aktivitas budidaya tanaman pangan, melainkan juga menjadi gambaran pentingnya sinergi antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi pertanian lokal.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pertanian tidak selalu identik dengan kawasan perdesaan. Di tengah pertumbuhan kota yang semakin dinamis, sektor pertanian tetap memiliki ruang dan peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu penopang ketersediaan pangan masyarakat. Optimalisasi lahan yang tersedia, penerapan teknologi budidaya, serta penguatan kapasitas petani menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan tersebut.
Pemilihan varietas Inpara 3 dalam kegiatan penanaman ini menjadi salah satu upaya pengembangan budidaya padi yang perlu disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kondisi lingkungan setempat. Keberhasilan usaha tani selanjutnya akan ditentukan oleh pengelolaan budidaya secara tepat, mulai dari pengaturan air, pemupukan berimbang, pemeliharaan tanaman hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Meranti Pandak, Rudi, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman padi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Menurutnya, pemanfaatan lahan pertanian yang tersedia perlu terus didorong agar dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani.
Ia berharap budidaya padi varietas Inpara 3 tersebut dapat berlangsung dengan baik hingga masa panen. Pendampingan penyuluh dan keterlibatan aktif anggota kelompok tani menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian tersebut.
Di sisi lain, keterlibatan dosen dan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau memberikan dimensi tersendiri dalam kegiatan ini. Kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat tani merupakan bentuk kontribusi akademik dalam mendukung pembangunan pertanian melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendampingan masyarakat.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok tani juga penting untuk menjembatani hasil pemikiran akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Persoalan pertanian tidak hanya menyangkut bagaimana menghasilkan produksi yang tinggi, tetapi juga bagaimana mengelola sumber daya secara efisien, meningkatkan nilai ekonomi usaha tani, memperkuat kelembagaan petani, serta memastikan keberlanjutan kegiatan pertanian.
Dengan demikian, pengembangan pertanian membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Aspek teknis budidaya perlu berjalan seiring dengan penguatan aspek sosial ekonomi, kelembagaan, dan kapasitas sumber daya manusia petani. Dalam konteks ini, sinergi antara penyuluh, akademisi, pemerintah, dan kelompok tani menjadi modal penting untuk membangun pertanian yang lebih produktif dan berdaya saing.
Kegiatan penanaman tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kota Pekanbaru, PPL Kelurahan Meranti Pandak, Elisya dari Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Kota Pekanbaru, Camat Rumbai, Lurah Meranti Pandak, dosen dan mahasiswa UIN Suska Riau, perwakilan RW dan RT setempat, serta pengurus dan anggota Kelompok Tani Meranti Sejahtera. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan pertanian merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan pemerintah, pendampingan penyuluh, kontribusi perguruan tinggi, serta partisipasi petani menjadi elemen yang saling melengkapi dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah.
Lebih dari sekadar kegiatan penanaman, inisiatif di Kelurahan Meranti Pandak ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat keberadaan sektor pertanian di kawasan perkotaan. Apabila didukung dengan pengelolaan yang baik dan pendampingan berkelanjutan, pemanfaatan lahan pertanian lokal berpotensi memberikan manfaat tidak hanya bagi peningkatan produksi pangan, tetapi juga bagi penguatan ekonomi masyarakat. Pada akhirnya, ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui kebijakan dan program pemerintah, tetapi juga melalui langkah konkret di tingkat masyarakat. Dari lahan seluas 1,42 hektare di Meranti Pandak, terdapat harapan bahwa kolaborasi dan semangat membangun pertanian dapat terus tumbuh, memberikan hasil bagi petani, serta berkontribusi terhadap ketahanan pangan Kota Pekanbaru dan Indonesia.








